Letaknya sekitar 30 menit dari pusat kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores. Batu Cermin adalah sebuah gua yang juga bisa dibilang seperti terowongan dengan bukit-bukit batu di sekelilingnya.

IMG_4328

Penemu gua ini adalah Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda yang juga seorang arkeolog, pada 1951. Batu Cermin luasnya 19 hektar dengan tinggi gua sekitar 75 meter dan telah diresmikan menjadi objek wisata sejak tahun 1986.

Pertanyaan muncul ketika pertama kali datang ke Batu Cermin, kita tidak akan menemukan cermin besar di sini. Sebagaimana dengan sifat cermin, merefleksikan. Di dalam gua ada lubang di atas yang kalau siang hari sinar matahari masuk ke dalam gua melalui celah yang sempit. Saat hujan, air hujan akan memasuki gua dan menimbulkan genangan. Genangan air yang terkena sinar matahari konon bisa membuat kita melihat wajah sendiri di air hujan yang memenuhi gua. Stalaktit dan stalagmit dalam gua terlihat jelas dan berkilauan. Kilauan itu berasal dari kandungan garam yang ada di dalam airnya saat hujan.

IMG_4330

Batu Cermin dikenal juga dengan banyak fosil dan cerita-cerita menarik di dalamnya. Batu-batu karang yang ada di dalam gua dan fosil penyu sangat menarik bila dijadikan penelitian. Konon batu-batu di sini masih memiliki kadar garam yang tinggi.
Tersirat imajinasi, bertahun-tahun lampau Batu Cermin merupakan kehidupan bawah laut. Pemandangan yang di dapat sama seperti tebing-tebing karang yang kami temui saat menyelam.

Dalam penelitiannya, Verhoven menyimpulkan bahwa Pulau Flores ada di bawah laut, berdasarkan temuan koral dan fosil satwa laut yang menempel di dinding gua.
Untuk yang menyukai bebatuan dan wisata bawah laut, Batu Cermin bisa menjadi pilihan. Sebuah tempat yang memukau dan mengantarkan kita pada bayangan bawah laut tempo dulu.

Aneka rekam jejak saat kita berkunjung ada di sini.

***

Batu Cermin the Underwater History

Located approximately 30 minutes from downtown Labuan Bajo , West Manggarai , Flores . Batu Cermin is a cave that also could be considered like a tunnel with rocks around it. This cave founded by Theodore Verhoven , a Dutch priest who is also an archeologist , in 1951. Batu Cermin extent of 19 hectares with a cave about 75 meters high and was opened for tourist since 1986 .

When it first came to Batu Cermin , we will not find a large mirror here . As with the nature of a mirror , reflecting . Inside the cave there are holes in the top of the daytime sunlight into the cave through a narrow slit . When it rains , the rain water will enter the cave and cause flooding. Stagnant water is exposed to sunlight can supposedly make us see his own face in the rain water that filled the cave . The stalactites and stalagmites in the cave looks clear and sparkling. Sparkle that comes from the salt content in the water when it rains .

Batu Cermin is also known by many fossils and interesting stories inside. The rocks in the cave and turtle fossils are very interesting for research . It is said that the stones here still have a high salt content .
Implied imagination , many years ago Batu Cermin is underwater life . The scenery in the can as cliffs we encountered while diving .

In his research , Verhoven thought this place is under the sea , based on the findings of fossilized coral and marine animals on the walls of the cave . For those who love rocks and underwater, Batu Cermin could be an option . A stunning place and led to the underwater history. Check the beautiful capture of Batu Cermin here.