Tidak cukup banyak orang yang tahu bagaimana cara untuk pergi ke Nabire, apalagi pergi ke Kali Lemon. Selain karena tidak terlalu banyak media yang memberitakan tentang Nabire dan tidak banyak wisatawan Indonesia yang berlibur ke sana.

Maka, betapa bangganya saya dan Aria, didaulat sebagai wisatawan Indonesia pertama tahun ini yang berlibur ke Nabire. Sulit sekali mencari informasi tentang Nabire dan hiu paus Kwatisore. Sudah berulangkali pencarian dilakukan di berbagai piranti media sosial, kebanyakan mereka menginap di kapal (Live on Board).

Bermula dari cita-cita Aria bertemu dengan hiu paus, kami pun akhirnya menyimpan catatan mesti pergi ke Nabire suatu saat. Beruntunglah Menuju Timur terpilih sebagai salah satu dari 13 pejalan yang diberi kesempatan memilih destinasi yang diinginkan di seluruh Indonesia. Tidak banyak pikir, langsung kami cari cara untuk pergi ke Nabire.

Sampai H-3, kami sama sekali belum menemukan bagaimana cara bertemu hiu paus tersebut. Kami pun hampir saja menyiapkan rencana menuju destinasi lain. Namun tanpa sengaja seorang teman menghubungi via media sosial dan membantu mengenalkan dengan seorang teman bernama, pak Bram. Seorang aktivis lingkungan yang melakukan upaya konservasi terhadap hiu paus. Bisa dilihat websitenya tentang Kali Lemon di hiniotanibre.com

Pergilah kami menuju Nabire dan menyebrang ke Kali Lemon yang luar biasa indah dan menyenangkan.

Alam hijau mengelilingi penginapan yang digunakan sebagai tempat pengunjung yang ingin melihat hiu paus. Tempatnya banyak menggunakan unsur kayu, tempat tidurnya bisa pilih, ada yang berdinding dan ada yang tidak berdinding.

Keesokan harinya pak Bram mengajak kita untuk menyelam bertemu hiu paus yang besarnya bisa mencapai 15 meter. Tanpa bosan 3 hari berturut-turut kami mendatangi Kwatisore, tempat para hiu paus mencari makan ikan di bagan (tempat nelayan mencari ikan).

DSC00255

DSC00288

Di hari terakhir, kami bermain ke kampung Kwatisore untuk melihat tarian Selamat Datang dari sanggar anak-anak binaan. Suasana kampung yang menyenangkan siang itu membuat kami ingin tinggal lebih lama di sini.

Kali Lemon, hiu paus dan keramahan penduduk kampung membuat rasa enggan untuk pulang semakin besar. Apadaya perjalanan ke Kali Lemon harus berakhir di hari kelima.

Cerita perjalanan kami bisa dilihat juga di Google+ Intan Anggita dan Google+ Menuju Timur

Kumpulan foto-foto dapat dinikmati di galeri “Yang Dikenang di Kali Lemon dan Kwatisore”

***

Story from Kali Lemon

Not enough people who know how to go to Nabire and go to Kali Lemon. Because not too many media who published about Nabire and not many Indonesian tourists who vacation there.
So, how proud I am and Aria, asked as the first Indonesian tourists this year’s vacation in Nabire. It is very difficult to find information about Nabire and whale sharks on Kwatisore. Has repeatedly carried out searches in a variety of social media tools, most of them stay on the ship (Live on Board).
Starting from the dream, Aria meet with the whale sharks, we finally had to go to the Nabire someday. Fortunately for Menuju Timur selected as one of 13 travellers were given the opportunity to choose the desired destinations throughout Indonesia. Not much thought, we immediately find a way to go to Nabire.

Until H-3, we did not find out how to meet the whale shark. We also almost set up plans towards other destinations. However accidentally contacted a friend via social media and help introduce with a friend named, Mr. Bram. An environmental activist who did the whale shark conservation efforts. Can be seen on his website at Lemon Kali hiniotanibre.com

We went to the cross to Nabire and Kali Lemon amazingly beautiful and fun.
Green nature surrounds the inn used as a visitor who wanted to see the whale sharks. Place many uses of wood elements, the bed could choose, there are walled and there are no walls.

The next day pack Bram invites us to dive to see the whale sharks that could reach 15 meters. Without bored three days in a row we came Kwatisore, where the whale sharks feeding fish in the chart (where fishermen catch fish).
On the last day, we play to the village Kwatisore to see the dance studio, kids doing Welcoming Dance. A delightful village atmosphere day and it makes us want to stay longer here.

Kali Lemon, whale sharks and the friendliness of the villagers make sense reluctant to return even greater. Unfortunately our trip Kali Lemon should end on the fifth day.The story of our trip can be seen also in the Google+ Intan Anggita and Google+ Go East

A collection of photos can be enjoyed in the gallery: “Yang Dikenang di Kali Lemon dan Kwatisore”