E-flyer Kopi Kultur

E-flyer Kopi Kultur

Tanggal 3 Juli nanti, Menuju Timur mengadakan kolaborasi dengan Kopi Kultur, Bali. Ini merupakan rangkaian kegiatan dari perjalanan panjang kami bersama seorang penari dari Jakarta, Andara.

Dalam perjalanan selama 10 hari ini kita sempat bermalam 2 hari di desa Wae Rebo, Manggarai. Banyak cerita yang didapat, salah satunya adalah cerita tentang kopi.

Masyarakat desa Wae Rebo merupakan penghasil kopi. Kita sangat menikmati bagaimana mereka memproses biji mentah kopi menjadi kopi siap saji ataupun kopi siap jual.

Sehari-harinya proses tersebut dikerjakan secara tekun oleh mereka dan desa yang tidak cukup besar itu menjadi surga kecil kopi. Pemandangan yang unik, khususnya untuk kami yang terbiasa tinggal di kota. Nenek dan mamak memilah biji kopi mentah, menumbuknya, menjemurnya dan aroma kopi semerbak harum di pagi hari.

Pohon Kopi

Pohon Kopi

Memilih biji kopi

Memilih biji kopi

Berawal dari rasa penasaran, bagaimana rasa kopi tersebut bila dimasak dengan cara yang benar oleh sahabat-sahabat terpercaya kita, kami pun membawa sedikit contohnya untuk dimasak dan dinikmati bersama di Kopi Kultur, Bali.

Akan seperti apa hasilnya? Kami mengundang teman-teman yang tinggal di Bali dan sekitarnya untuk berkunjung untuk mendengar cerita tentang kopi Wae Rebo dari masyarakat aslinya dan kita akan mencicipi kopi Wae Rebo hasil masak ala Kopi Kultur.

Mari ramaikan helatan unik ini.

Kampung Waerebo

Kampung Waerebo

Minum kopi

Minum kopi

***

On 3 July, towards East held in collaboration with Coffee Culture, Bali. This is a series of activities of our long journey together dancers from Jakarta, Andara.

In the course of 10 days we had to spend the night 2 days in the village of Wae Rebo, Manggarai. Many stories were obtained, one of which is a story about coffee.

Villagers Wae Rebo is a producer of coffee. We really enjoyed how they process raw coffee beans into coffee or instant coffee ready for sale.
On most days the process is carried out diligently by them and the village is not big enough it becomes a small paradise coffee. The scenery is unique, especially for us who are accustomed to staying in the city. Grandma and mamak sorting raw coffee beans, grind, let it dry and sweet fragrant aroma of coffee in the morning.

Starting from curiosity, how does the coffee taste when cooked the right way by our reliable friends, we brought a little example to be cooked and enjoyed together in Coffee Culture, Bali.

What will be the result? We invited friends who live in Bali and surrounding areas to visit to hear the story of Wae Rebo copies of the original community and we will be tasting coffee Wae Rebo cooking well result.

Let ‘s join.