Letak mereka berdekatan, kami cukup menyebrang dan jalan sedikit untuk mencapai satu sama lain. Kedua tempat ini adalah kebanggaan masyarakat Ambon. Mari kami ceritakan satu persatu.

Kopi Joas

IMG_8276

Kami takkan pernah tahu sejarah dari kopi Joas bila bung Joas sendiri tidak menceritakan langsung malam itu. Seorang pria setengah baya menghampiri kami dan menawari kopi. Saat itu kami sedang kebingungan memilih kopi mana yang akan dicicipi.

IMG_8283

IMG_8279

Akhirnya kami memilih kopi hitam dan kopi susu. Tidak pun kami memilih cemilan karena perut masih kenyang makan malam di kedai masakan Ambon Beta Rumah yang luar biasa enaknya. Kopi Joas sangat terkenal, biasanya didatangi oleh tamu berbagai usia namun kebanyakan adalah bapak-bapak penyuka kopi yang bahasan di mejanya adalah tentang bisnis atau politik. Ya, tempat ini tidak cukup santai. Sampai kami merasa nyaman saat bung Joas menghampiri kami dan mengobrol sedikit tentang kopi Joas.

Kopi Joas ada dari tahun 1983. Dulu bung Joas bekerja pada sebuah tempat kopi, karena sifatnya yang ramah, para pelanggan lebih mengenalinya sebagai Joas bukan hanya sekedar pekerja tempat tersebut. Lama-kelamaan, setelah memiliki banyak kenalan, bung Joas membuka kedai kopinya dan meracik sendiri beberapa jenis biji kopi asli Ambon. Lalu tidak berapa lama bung Joas menambah lagi kedainya. Hingga kini Kopi Joas sudah memiliki 4 cabang di Ambon. Konon roti kaya dan sukun goreng adalah cemilan yang jadi favorit dan paling pas sebagai teman kopi. Sayangnya kami sudah tidak kuat menampung makanan lagi di perut.

Silakan kunjungi Kopi Joas, rasanya enak sekali dan otentik. Kopi susunya cocok untuk penggemar kopi manis. Lezat nian.

Kafe Sibu-Sibu

Kopi enak memang selalu tepat disandingkan dengan lagu-lagu terpilih. Lagu-lagu berbahasa Maluku mengalun merdu di sini. Kafe ini sekilas terlihat seperti kafe musik dibanding kafe penjual kopi.

photo 3

Pertama kali masuk kami dibawa pada atmosfer Ambon City of Music. Di sekeliling dinding Kafe Sibu-Sibu terdapat poster-poster musisi Ambon dari masa ke masa. Musisi-musisi Ambon pun kerap kali nongkrong rutin dan ngopi di sini. Musisi yang berdarah Ambon yang sedang pulang kampung pun memiliki ritual berkunjung ke kafe ini.

Kami memesan kopi yang berisi kopi, susu, jahe dengan taburan kenari di atasnya. Rasanya enak sekali dan mengandung umpan rindu. Biasanya orang yang sudah datang mencoba akan datang lagi karena ketagihan atau menyabung kenangan mencicip kopi lezat kafe ini.

photo 2

Di kafe Sibu-Sibu tersedia pula macam-macam variasi mie rebus atau goreng dan kue-kue basah khas Ambon. Tempat ini membuat saya betah berlama-lama. Sayang sekali pelayannya yang kurang ramah membuat kafe Sibu-sibu tidak cukup menyenangkan bagi kami. Tapi Sibu-Sibu bisa jadi pilihan tepat untuk penyuka kue-kue lezat.