papa jo 1

Manusia inspiratif yang ingin kita perkenalkan kali ini bernama lengkap Stefan Rafael, namun satu Labuan Bajo memanggilnya dengan sebutan Papa Jo.

Gayanya yang nyentrik mengingatkan kami pada sosok penyanyi berkarakter kuat, Kaka SLANK. Cara ia mengalirkan ide dan pemikirannya membuat orang-orang sekelilingnya bersemangat. Tutur kata Papa Jo cukup lugas, tanpa basa basi dan visinya membuat Labuan Bajo bersih patut diacungi jempol.

Papa Jo secara jujur mengungkapkan rasa bencinya terhadap kondisi Labuan Bajo yang kotor dan seringkali dikeluhkan oleh wisatawan. Berbagai gerakan ia buat untuk membuat tempat kelahirannya ini menjadi lebih bersih.

Papa Jo sempat lama di Jakarta, sejak tahun 1994 hingga tahun 2000. Lalu kembali ke Labuan Bajo dan bekerja di sebuah NGO yang aktif di bidang konservasi lingkungan hidup, TNC (The Nature Conservancy). Ia amat mencintai laut dan menikmati pekerjaan yang menurutnya adalah wahana belajar dan bermain.

Ia memulai melakukan berbagai aksi bersih-bersih dan pilih sampah bersama para pelaku pariwisata sekitar tahun 2009. Apapun yang berkaitan dengan lingkungan hidup seringkali menyita perhatiannya. Sampai suatu ketika calon bupati incumbent memberikan izin penambangan emas di Labuan Bajo, Papa Jo merasa kesal dan merobek baligho milik calon bupati tersebut. Ternyata aksi Papa Jo itu membuat TNC memecatnya. Hasil dari pesangon pemecatan digunakan untuk membangun kos-kosan yang kini telah menjadi sebuah hotel yang cukup dikenal di Labuan Bajo.

Papa Jo yang tidak lagi bekerja kini mempunyai waktu lebih banyak untuk fokus pada kegemarannya mempelajari sampah dan berbagai aksi untuk mewujudkan kebersihan di daerahnya. Pergilah Papa Jo ke Jogjakarta untuk belajar mengenai bank sampah pada pak Bambang. Konsep yang Papa Jo dapatkan kemudian direplikasikan dan disesuaikan dengan Labuan Bajo. Area yang menjadi perhatian Papa Jo adalah Labuan Bajo, kecamatan Komodo dan Taman Nasional Komodo termasuk di dalamnya pulau-pulau kecil yang ada kampungnya seperti yang berada di Pulau Seraya, Mesa, Papanggaran, Rinca, dan Komodo. Ia menggunakan prinsip community base clean up hometown, menanamkan tanggung jawab penduduk lokal sebuah daerah untuk membersihkan lingkungannya.

Papa Jo selalu bertentangan dengan LSM internasional yang tidak melakukan prinsip community base namun hanya memberikan penyuluhan dan teori-teori mengenai kebersihan. Menurutnya itu akan percuma, bila mereka tidak langsung turun ke jalan.

Papa Jo percaya dengan kekuatan network dan semangat berbagi ia dapat menyebarkan ide-idenya mengenai sampah, kebersihan dan lingkungan hidup. Bank sampah yang ia cetuskan di Labuan Bajo terbukti ampuh mengatasi masalah kebersihan di pantai dan jalan utama. Papa Jo menyebarkan idenya ke sekolah-sekolah dan mengajak para siswa untuk berpartisipasi.

Intinya Papa Jo berusaha menanamkan kepercayaan pada para anak sekolah yang mengikuti bank sampah, mengajak mereka untuk percaya diri sebagai pribadi yang unik, memikirkan masa depan dengan cara paling sederhana, membersihkan lingkungan sekitar dan menabung dengan metode bank sampah.

Papa Jo melakukan semua aksinya dengan riset dan pendekatan yang disesuaikan pada kearifan lokal. Ia dengan motor roda tiganya yang khas keliling dengan pengeras suara memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari sampah, yang membuat orang-orang yang terlibat pada aksinya tergerak untuk melakukan semuanya dari hati karena peduli bukan hanya eksistensi. Oktober ini Papa Jo dan Menuju Timur akan menghadiri konferensi PBB (UNDP) lingkungan hidup di Okinawa Jepang.

papa jo 9

Kumpulan foto aktivitas Plasticman Institute ada di sini.

***

Inspiring man we want to introduce this time Stefan Rafael’s full name, but the Labuan Bajo called him Papa Jo.

Quirky style reminds us of the figure of the singer with strong character, Kaka Slank. Way flow of ideas and thoughts he makes those around him excited. The oracle of Papa Jo fairly straightforward, no strings attached and the vision to make Labuan Bajo clean admirable.

Papa Jo honestly express their hatred towards Labuan Bajo conditions were filthy and often complained of by the tourists. Various motion he made to make this his birthplace to be cleaner.

Papa Jo was a long time in Jakarta, from 1994 to 2000. Then back to Labuan Bajo and work in an NGO active in the field of environmental conservation, TNC (The Nature Conservancy). He greatly loves the sea and enjoy the work which he is a vehicle for learning and playing.

He started doing various cleaning action and select the trash along with the tourism actors around the year 2009. Anything related to the environment are often seized his attention. Until a while candidates incumbent give the gold mining license in Labuan Bajo, Papa Jo felt upset and ripped baligho belong to the candidates. It turns out Papa Jo’s action makes TNC fired. The results of the dismissal severance used to build a boarding house that has now become a well-known hotel in Labuan Bajo.

Papa Jo who no longer work now have more time to focus on his passion to learn bins and various actions to realize cleanliness in the area. Papa Jo Go to Jogjakarta to learn about the bank bins at Mr. Bambang. The concept that Papa Jo get then replicated and adapted to Labuan Bajo. Areas of concern Papa Jo is Labuan Bajo, sub Komodo and Komodo National Park includes the small islands that no such village located on the island Seraya, Mesa, Papanggaran, Rinca and Komodo. It uses the principle of community clean up base hometown, instill responsibility of the local population an area to clean up the environment.

Papa Jo always contrary to international NGOs that are not committed to the principles community base but only to provide counseling and theories regarding cleanliness. He said it would be useless, if they do not immediately take to the streets.

Papa Jo believe in the power network and sharing spirit he can spread his ideas about garbage, hygiene and environment. Bank of garbage that he instigated in Labuan Bajo proven to solve the problem of cleanliness at the beach and the main road. Papa Jo spread of his schools and encourage students to participate.

Essentially Papa Jo tried to instill confidence in the school children who follow waste banks, encouraging them to believe in themselves as a unique person, think of the future in the simplest way, clean up the environment and save money by using the waste bank.

Papa Jo did all the action with the research and approaches tailored to local wisdom. He was with a motor tricycle that is typical around with loudspeakers provide education about the importance of protecting the environment from waste, which gets people involved in the action moved to do everything from the heart because it cares not only existence. This October Papa Jo and towards the East will attend the UN conference (UNDP) environment in Okinawa, Japan.