Di Maluku untuk mencari penenun sangat sulit sekali. Tenun-tenun tersebut sudah jarang dibuat di sini.

Saat kami mencoba untuk menyusuri toko oleh-oleh akhirnya ada beberapa tenun di toko Petak 10. Hanya ada 6 selendang yang kita suka karena tenun lainnya menggunakan benang emas. Terlalu kerlap kerlip. Para penenun Maluku menamakan benang emas tersebut dengan nama benang disko.

photo 2

Saat menanyakan tentang sulitnya mendapatkan pada pemilik toko Petak 10, Ambon, beliau mengatakan di Maluku hanya penduduk Taninmbar dan beberapa penduduk Ambon yang masih melestarikan budaya menenun. Sayangnya untuk menuju Taninmbar butuh banyak waktu luang karena jaraknya cukup jauh dan beda pulau dari Ambon.

Namun kita juga dapat menemui beberapa penduduk asli Taninmbar yang sudah menyebar di Maluku tetap menenun di daerah mereka tinggal sekarang. Pernah suatu kali kami menemui seorang ibu di Aru menenun di halaman rumahnya. Ia ternyata adalah penduduk asli Taninmbar.

IMG_8495

IMG_8497

Setelah mencari tahu kesana kemari, akhirnya kami menemukan beberapa tempat membeli tenun. Di Ambon sendiri ada beberapa tempat; Laha, Karang Panjang, Skip dan toko oleh-oleh Cahaya.

Menyenangkan saat barang yang sangat kita inginkan akhirnya dapat ditemui. Kami pun pulang membawa beberapa potong tenun Maluku yang cantik dengan hati riang.